Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen merupakan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Sragen di bidang perpustakaan. Pusat informasi dan Literasi Masyarakat Sragen ini terletak di JL. Raya Sukowati Barat NO. 15 SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pada tahun 2010, terpilih sebagai Perpustakaan Kabupaten/Kota Terbaik Pertama Se-Jawa Tengah. Telp. 02171 892721 Email perpustakaansragen@gmail.com. NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 33143E1014753.

Mari, Bersama Perpustakaan Kita Cerdaskan Bangsa!


28 Februari 2012

Berbagi Senyum Lewat Buku

Judul Buku : NGUPING JAKARTA
Penulis : Rangga S & Rey S (Tim Kuping Kanan & Kuping Kiri)
Penyunting : Isman H. Suryaman & Primadonna A.
Penerbit : B-first Yogyakarta
Terbit  : Cetakan II, Oktober 2011.
Tebal  : xii + 224 halaman.
ISBN  :  978-602-8864-37-4
Peresensi : Sam Edy Yuswanto.


Di balik segala keruwetan yang terjadi di Ibu Kota, ternyata tersisa banyak sekali kenangan lucu yang bisa membuat kita tersenyum dan tertawa ketika mengingatnya. Buku berjudul unik “Nguping Jakarta” ini berisi humor-humor segar yang merupakan kiriman langsung dari para penduduk Jakarta yang selalu siap sedia membuka kuping mereka lebar-lebar.

Lahirnya buku ini berawal saat Rangga dan Rey, tim penulis buku ini sedang makan di sebuah restoran di Cilandak Town Square. Pada saat itu, tiba-tiba terdengar teriakan bocah perempuan pada temannya: “I’m telling you, my mom is a lesbian!”. Keduanya pun tak kuasa menahan gelak tawa. Padahal keduanya baru saja terpingkal-pingkal pas Rey memesan steak, tapi si pelayan malah mengangkat alisnya seraya bertanya: “Cuma satu, Mas?”

Waktu itu, Rangga dan Rey kerap membaca sebuah situs bernama “Overheard In New York, dan seketika itu juga terpikir oleh keduanya: “Mengapa tidak ada situs semacam itu dengan konten lokal?” tersebab banyak sekali hal absurd yang terucap di kota Jakarta bahkan di sekeliling kita, akan tetapi kita sering terlupa untuk mengisahkannya kembali pada orang lain. Lantas, keduanya pun mencari ide untuk menampung segala kelucuan yang pernah terjadi di sekeliling kita.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya tanggal 4 September 2008 lahirlah situs ngupingjakarta.blogspot.com. sebuah tempat di mana setiap pembaca bisa saling berbagi pengalaman “menguping.” Di luar dugaan, ternyata situs tersebut mendapat animo luar biasa dari para pengunjung dunia maya. Namun, meskipun yang mengirimkan (via email) cerita-cerita lucu begitu banyak, tapi tetap saja harus melalui penyeleksian dan suntingan agar tulisan yang ditayangkan nanti bisa diterima oleh seluruh pembaca.

Seiring berjalannya waktu, tim penulis terpikir lagi “ide baru” untuk membukukan cerita-cerita lucu tersebut ke dalam bentuk buku. Salah satu alasannya karena dunia maya terlalu terbatas untuk menjalankan visi utama mereka, yaitu: ingin menyediakan wadah untuk “berbagi senyum” di tengah kehidupan yang kian lama kian berasa kelabu. Dan salah satu cara untuk menyebarkan tawa ke khalayak yang lebih luas adalah dengan media sebuah buku.

Humor segar yang ditawarkan dalam buku ini berupa dialog-dialog pilihan dari situs ngupingjakarta.blogspot.com serta ratusan humor lainnya yang belum pernah dipublikasikan. Cerita humor dalam buku ini juga menampilkan potret Jakarta masa kini.

Berikut saya kutip beberapa cerita humor yang ada di buku ini:
Penjual tiket: “Maaf, Pak. Tiket Jakarta-Medan sudah habis.”
Lelaki maksa: “Tapi, aku harus pulang hari ini, Bang!”
Penjual tiket: “Mohon maaf, Pak, tapi yang hari ini juga sudah habis tiketnya.”
Lelaki maksa: “Ya udah, aku berdiri juga gak papa, Bang!”
(hal. 58)

Cewek 1: “Gila, kemarin gue naik bajaj, abangnya ngebut-ngebutan!”
Cewek 2: “Hahaha, kalo gue jadi lo, sih, gue towel tuh abang, pas dia nengok gue nyanyi: pelan-pelaaan sajaaaaa …”

(hal. 95)
Menurut tim penulis, buku ini bisa menjadi pengingat bahwa hidup terlalu indah untuk dilewati begitu saja. Kita tidak hidup sendiri. Selalu ada orang di sekeliling kita. Dan seringkali banyak kejadian lucu yang keluar dari mulut mereka. Dan kita hanya membuka telinga.

*Sam Edy Yuswanto*
*Penulis lepas, tinggal di Kebumen Jawa Tengah. Tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional.

Sumber: Kompas, 27 Februari 2012

0 komentar:

Posting Komentar