Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen merupakan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Sragen di bidang perpustakaan. Pusat informasi dan Literasi Masyarakat Sragen ini terletak di JL. Raya Sukowati Barat NO. 15 SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pada tahun 2010, terpilih sebagai Perpustakaan Kabupaten/Kota Terbaik Pertama Se-Jawa Tengah. Telp. 02171 892721 Email perpustakaansragen@gmail.com. NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 33143E1014753.

Mari, Bersama Perpustakaan Kita Cerdaskan Bangsa!


30 Mei 2011

Musim Berburu Sekolah

  • Oleh Mardiyanto
MENJADI orang tua di zaman sekarang ini tidak mudah, apalagi menyangkut sekolah anak. Rentang Juni hingga Juli dipastikan menjadi hari melelahkan sekaligus mendebarkan bagi para peserta didik dan orang tua.

Sebab, setelah hajatan besar ujian nasional usai pada Mei, mereka juga disibukkan dengan agenda tak kalah menguras tenaga dan pikiran, yakni perburuan sekolah baru. Lantas apa yang harus dilakukan orang tua ataupun murid agar benar-benar dapat memilih sekolah idaman sesuai dengan yang diharapkan?

Rata-rata orang tua memilih sekolah baru berdasarkan beberapa aspek, yakni favoritis dan fisik. Aspek favoritis berkaitan dengan kecenderungan orang tua menyekolahkan anaknya ke sekolah tersebut.

Rata-rata sekolah-sekolah favorit sekarang menjadi SBI/RSBI yang mendapat kesempatan eksklusif membuka pendaftaran peserta didik baru lebih awal.

Tidak Menjamin

Aspek fisik juga acap kali menjadi bahan pertimbangan orang tua siswa. Gedung yang megah dan sarana-prasarana yang memadai seolah-olah menjadi garansi bagi putra-putri mereka dalam menuntut ilmu. Tak mengherankan jika sekolah-sekolah berlomba-lomba membangun gedung megah dan modern sebagai bagian dari pembentukan citra sebagai sekolah unggulan.

Meski demikian, sebenarnya aspek favoritis dan fisik belum menjadi jaminan 100% sekolah tersebut cocok dengan kemauan anak. Atau bahkan kedua aspek tersebut belum memberikan garansi bahwa anak-anak akan menuai prestasi bagus. Belum lagi benturan kemauan anak dengan orang tua. Banyak orang tua yang mengarahkan anak untuk masuk ke sekolah tertentu tanpa melihat aspek kemauan ataupun minat anak.

Maka ketika anak bersekolah di tempat tersebut, menjadi gamang dan tidak nyaman yang pada akhirnya memengaruhi prestasi belajar. Beberapa kasus di sekolah-sekolah akselerasi menunjukkan anak-anak seperti robot, dikelompokkan, dijejali pelajaran, dan eksklusif. Akibatnya rentan memiliki watak asosial, belum lagi masalah ketidaksesuaian umur dengan jenjang pendidikan. Karena itu, orang tua harus bijak dalam mengambil sikap menentukan sekolah anak, jangan sekadar menuruti keinginan pribadi yang belum tentu diinginkan anak.(75)

   — Mardiyanto SPd, guru SMPN 2 Sukoharjo, Wonosobo

Sumber: Suara Merdeka, 30 Mei 2011

0 komentar:

Posting Komentar