Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen merupakan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Sragen di bidang perpustakaan. Pusat informasi dan Literasi Masyarakat Sragen ini terletak di JL. Raya Sukowati Barat NO. 15 SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pada tahun 2010, terpilih sebagai Perpustakaan Kabupaten/Kota Terbaik Pertama Se-Jawa Tengah. Telp. 02171 892721 Email perpustakaansragen@gmail.com. NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 33143E1014753.

Mari, Bersama Perpustakaan Kita Cerdaskan Bangsa!


05 Desember 2009

Anak-Anak Kita Ternyata Bisa Menulis…..!

Oleh Romi Febriyanto Saputro*


Pada tanggal 10 sampai dengan 12 November 2009, Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen menyelenggarakan Lomba Menulis Cerita Film untuk tingkat SD/MI, SMP/MTS, dan SMA/MA/SMK se-Kabupaten Sragen.

Lomba ini diikuti oleh 158 peserta dari Sekolah Dasar, 91 peserta dari SMP, dan 87 peserta dari SMA/SMK/MA. “Cukup meriah bukan ? “

Untuk tingkat Sekolah Dasar, film yang diputar adalah “Doa Untuk Ibu”. Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama, film yang ditayangkan adalah “Kungfu Panda”. Sedangkan film “Spirit : The Stallion of The Cimmaron” dikonsumsi oleh para peserta dari Sekolah Menengah Atas.

Ketiga film yang ditayangkan adalah film-film animasi yang inspiratif, menggugah motivasi, dan mampu menyentuh hati nurani terdalam. “Doa Untuk Ibu” mengajarkan kepada anak-anak kita tentang ketabahan hati Ratih ketika ditinggalkan oleh kedua orang tuanya untuk selama-lamanya.

Film ini menggambarkan ketabahan hati Ratih melalui proses metamorfosis kupu-kupu. Kehidupan kupu-kupu berawal dari seekor ulat. Ulat sejak lahir sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Tetapi, ulat mampu hidup mandiri penuh semangat sehingga setelah itu mampu mengubah diri menjadi kepompong. Ketika fase menjadi kepompong selesai, lahirlah seekor kupu-kupu yang indah dan sedap dipandang mata.

“Kungfu Panda” merupakan sebuah film yang sangat inspiratif. ”Tak segalanya seperti tampaknya” merupakan pesan khusus film ini kepada para penonton. Panda yang merupakan binatang gendut, lamban, tak punya taring, dan tak memiliki “senjata” untuk mempertahankan diri. Namun, panda memiliki tekad dan semangat yang tinggi untuk menjadi “Dragon Warrior” atau “Prajurit Naga”.
Kecintaan pada kungfu, rasa percaya diri yang kuat, dan ketekunan berbuah hasil yang menggembirakan. Panda yang semula diremehkan dan nyaris kehilangan rasa percaya diri akhirnya bisa mengalahkan Tai Lung si Macan superhero.

Film ketiga adalah “Spirit : The Stallion of The Cimmaron”. Film ini mengisahkan petualangan seekor mustang yang pantang menyerah untuk selalu merengkuh kemerdekaannya. Semangat patriotisme ini sangat tampak ketika sang mustang melakukan sabotase terhadap rencana pembuatan rel kereta api yang akan menerjang tanah airnya.

Sebagaimana Kungfu Panda, film ini juga mengajarkan kepada kita untuk selalu membuat langkah terobosan ketika dalam situasi terjepit. Adegan kejar-kejaran di Grand Canyon, lembah terpanjang di dunia yang berujung dengan “terbangnya” sang mustang menyeberangi jurang yang sangat lebar merupakan refleksi dari semangat pantang menyerah ini.

Setelah antusias menonton film, anak-anak kita ternyata juga sangat antusias dalam menuliskan cerita film yang ditontonnya di kertas yang disediakan panitia. Dalam waktu hanya satu setengah jam telah lahir anak-anak yang memiliki semangat tinggi dalam menuliskan ide, kreativitas, dan imajinasinya.

Menulis tak lagi sesulit yang dibayangkan. Dalam tempo dua jam anak-anak berhasil membuat tulisan sepanjang dua hingga empat halaman folio. Rata-rata isi tulisan cukup bagus. Sayangnya, kami hanya bisa mengambil tiga tulisan terbaik untuk dinobatkan sebagai pemenang. Semua tulisan adalah bagus karena mencerminkan keberanian untuk menuangkan ide, gagasan, dan kreativitas. Semua anak adalah pemenang karena berhasil memenangkan rasa percaya diri untuk mulai berani menulis.

Sekali lagi, ternyata anak-anak kita pandai menulis. Hanya saja potensi ini terkadang belum mendapat ruang yang memadai, bahkan di sekolah tempat mereka belajar. Tuntutan akademik membuat potensi menulis ini kurang berkembang. Dengan lomba ini harapan kami potensi menulis anak-anak kita bisa meledak.

Bagi semua peserta Lomba Menulis Cerita Film kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya dalam lomba ini. Selamat menulis dalam kehidupan Anda selanjutnya ! Kami tunggu tulisan-tulisanmu di perpustakaansragen@gmail.com. Kami akan memuat tulisan Anda di blog tercinta ini !

Bersama perpustakaan, mari kita terus membaca dan menulis !

*Romi Febriyanto Saputro, S. IP, pengelola blog Kantor Perpusda Kab. Sragen

0 komentar:

Posting Komentar