Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen

JL. Raya Sukowati Barat No. 15 D SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen

JL. Raya Sukowati Barat No. 15 D SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pelatihan IT

Pelatihan IT di BLC Kabupaten Sragen

Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen merupakan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Sragen di bidang perpustakaan. Pusat informasi dan Literasi Masyarakat Sragen ini terletak di JL. Raya Sukowati Barat NO. 15 SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pada tahun 2010, terpilih sebagai Perpustakaan Kabupaten/Kota Terbaik Pertama Se-Jawa Tengah. Telp. 02171 892721 Email perpustakaansragen@gmail.com. NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 33143E1014753.

Mari, Bersama Perpustakaan Kita Cerdaskan Bangsa!


Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

04 Januari 2012

Mengeja Indonesia dalam Keberagaman

Oleh : Agnes Hening Ratri

Siang belum genap di Madura, ketika kasus kekerasan kembali mengoyak bumi. Kelompok anti toleransi telah membakar sejumlah pesantren dan tempat ibadah milik jemaah Syiah. Mungkin kita masih berharap ada setitik cahaya untuk menerangi mereka yang membawa api dan pedang? Hanya setitik agar mereka melihat bahwa yang dianiaya, dibantai dan dirusak adalah sesama warga Negara. Mereka juga pernah bersama-sama membangun Madura hingga saat ini.

Desember belum usai ketika aroma kekerasan kembali menyeruak dari dinding-dinding sekam rumah ibadah. Pada 23 Desember sore, sebelum senja usai pesan singkat dari Pendeta Bedalihulu mampir di ponsel. “Gereja kami di segel jam lima sore tadi, tolong kami”. Menjelang Natal, kembali jemaat sebuah gereja di Tangerang harus menahan amarah dan benci karena rumah ibadah mereka direbut oleh satpol PP dengan alasan warga tidak setuju ada rumah ibadah disana. Alasan yang sangat klise dan sepertinya tidak ada alasan lain.

24 Desember 2011

Suryatati A Manan: Puisi untuk Berkomunikasi dengan Rakyat

Oleh: Yul Adriansyah/ATL Lisan
Sosok perempuan, seorang Pejabat Tinggi Negara, seorang ibu dari empat putra dan putri, Suryatati A Manan dengan kesibukannya sebagai Wali Kota Tanjung Pinang menjabat semenjak Tahun 2007 hingga kini, masih menyempatkan waktunya menghadiri dan membacakan karya puisinya yang juga termasuk dalam 22 perempuan Indonesia dalam buku "Antologi Puisi 22 Perempuan Indonesia - Hati Perempuan" diluncurkan pada Kamis malam, 22 Desember 2011 bertepatan dengan Hari Ibu di ruang Sonokeling, Gedung Manggala Wanabakti.

Sebagai orang nomor satu Kota Tanjung Pinang, menulis puisi bagi Suryatati juga merupakan alat komunikasi dengan rakyatnya. Entah itu dalam memperjuangkan hak mereka atau kaum perempuan. Bahkan puisi tentang bagaimana sulitnya ia menjalankan pemerintahan.

22 Desember 2011

Colliq Pujie, Perempuan Budayawan Bugis yang Diakui Dunia

Oleh : Suharman Musa

 Ininnawakku muwita,
Mau natuddu’ solo’,
Mola linrung muwa.

(Lihatlah keadaan bathinku,
Walaupun dihempas arus deras -kesusahan-,
Namun aku masih tetap mampu berdiri tegar
)

Pantun Bugis dalam buku ini adalah ungkapan curahan hati Colliq Pujié. Salah satu bait dari 122 bait.

COLLIQ PUJIE' adalah seorang perempuan bangsawan Bugis yang hidup pada abad ke-19. Beliau bukan hanya bangsawan, tetapi juga pengarang dan penulis, sastrawan, negarawan, politikus yang pernah menjalani tahanan politik selama 10 tahun di Makassar, Datu’ (Ratu yang memerintah) Lamuru IX, sejarahwan, budayawan, pemikir ulung, editor naskah Lontara Bugis kuno, penyalin naskah dan sekretaris (jurutulis) istana kerajaan Tanete (di Kabupaten Barru sekarang).

Teuku Umar, Pahlawan Atau Oportunis Sejati? -2

Oleh: Margono Dwi Susilo

Sejak 1891 perang Aceh memasuki babak baru, ditandai dengan peran Snouck Hoergronye, yang terkenal dengan rekomendasinya: agar dilakukan pengejaran tidak kenal ampun terhadap pejuang Aceh. Untuk itulah pasukan khusus marsose dibentuk. Hasilnya jelas, pejuang Aceh mengalami tekanan hebat.

Snouck dengan jeli juga menyimpulkan bahwa kekuatan utama perang Aceh ada pada ulama, bukan Sultan, bukan pula kaum ulee balang. Belanda mencoba mengadu domba antara golongan ulama dan ulee balang.

19 Desember 2011

Trias Politika Jadi Trias Kleptomania

Oleh Romi Febriyanto Saputro


Trias Politika merupakan ajaran ketatanegaraan yang membagi dan memisahkan kekuasaan negara menjadi tiga, yaitu kekuasaan membuat undang-undang (legislatif), kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang (eksekutif), dan kekuasaan untuk mengadili para pelanggar undang-undang (yudikatif).
Teori ini pertama kali  dilontarkan oleh Montesque (1689 – 1755) seorang ahli filsafat politik Perancis dalam bukunya yang sangat terkenal “De’l esprit des lois” yang kurang lebih berarti Jiwa Perundang-undangan yang terbit pada tahun 1748. Buku ini terbit sebagai reaksi atas kekuasaan para raja yang bersifat totaliter pada masa itu. Buku ini pulalah yang dikemudian hari menjadi inspirasi terjadinya Revolusi Perancis untuk menggulingkan pemerintahan tirani yang dilambangkan dalam  bentuk penjara Bastile.

RSBI dan Perpustakaannya !

Romi Febriyanto Saputro (Kasi Pembinaan Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen)


Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional atau disingkat RSBI, adalah suatu program pendidikan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional berdasarkan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3, yang menyatakan bahwa Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.
Ketika program ini digulirkan, banyak sekolah berlomba-lomba untuk beralih “label” menjadi sekolah bertaraf internasional (SBI). Mereka pun berbenah diri untuk mendapat pengakuan sebagai sekolah bertaraf internasional. Pembenahan yang dilakukan meliputi infrastruktur pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia (guru dan staf sekolah). 

Mengelak Aroma Busuk Politik

Ahmad Sahidah

Masa transisi, dari rezim tangan besi ke demokrasi, bisa disandera oleh kehendak kelompok tertentu untuk memaksakan kepentingannya sehingga menyebabkan pembusukan politik. Faktor-faktor pembusukan harus diungkap dan dikikis sebelum masyarakat menjadi korban.

Buku ini melengkapi khazanah ihwal asal-muasal tatanan dan pembusukan politik dalam sejarah manusia. Mengingat satu disiplin tak memadai, Francis Fukuyama memanfaatkan pendekatan lain terkait kehendak manusia berkuasa, seperti antropologi, ekonomi, dan biologi. Penulis, yang pernah menggemparkan jagat keilmuan dengan The End of History, ini tidak lagi terperangkap pada pembedaan ilmu sosial dan alam yang diandaikan oleh Wilhem Dilthey, filsuf Jerman. Tentu, dengan pengandaian melalui pelbagai disiplin, siapa pun akan lebih utuh melihat naluri manusia asali, kekuasaan.

28 Mei 2011

Web Kamus "Unggah-ungguhing" Bahasa Jawa Diciptakan

Karya Mahasiswa FT UNY 
BAGAIMANA jika kamus bahasa Jawa berbasis web diciptakan secara lengkap? Pasti akan sangat membantu pelajar, ilmuan bahasa maupun pemerhati bahasa Jawa. Sigit Pambudi, mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik (FT) UNY angkatan 2007, berhasil menciptakan Kamus Bahasa Indonesia-Jawa berbasis Web dalam rangka penyusunan skripsinya.

Sigit menjelaskan ide penciptaan software itu diilhami dari keinginannya untuk belajar bahasa Jawa. Dia yang berasal dari daerah Jawa Barat juga prihatin karena sebagian masyarakat terutama generasi muda yang berasal dari rumpun suku bangsa Jawa tidak mampu lagi untuk menggunakan bahasa itu secara baik dan benar. "Adanya tingkatan dalam penggunaan bahasa Jawa (unggah-ungguhing basa) adalah salah satu faktor kerumitan dalam mempelajari bahasa ini," tambahnya.

29 Maret 2011

Humanisme Sekuler Transendental

  • Oleh Rozihan
ARTIKEL pada harian ini berjudul ”Humanisme sebagai Jawaban” (SM, 21/03/11), menarik didiskusikan. Apakah humanisme akan menyelaraskan eksistensi manusia dengan paham ketuhanan, yang memperlakukan manusia tanpa sekat? Atau memahami agama secara humanis yang mampu menciptakan kesejahteraan bagi alam semesta?

Dewasa ini terdapat 4 aliran yang mengklaim diri sebagai pemilik humanisme dengan segala perbedaan pokoknya, yaitu liberalisme barat, marxisme, eksistensialisme, dan agama. Liberalisme barat menyatakan diri sebagai pewaris asli filsafat dan peradaban humanisme dalam sejarah. Teori humanisme barat dibangun atas asas yang sama yang dimiliki oleh mitologi Yunani Kuno, yang memandang terjadi pertarungan antara alam manusia dan dewa sampai muncul kebencian di antara keduanya.