Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen

JL. Raya Sukowati Barat No. 15 D SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen

JL. Raya Sukowati Barat No. 15 D SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pelatihan IT

Pelatihan IT di BLC Kabupaten Sragen

Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen merupakan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Sragen di bidang perpustakaan. Pusat informasi dan Literasi Masyarakat Sragen ini terletak di JL. Raya Sukowati Barat NO. 15 SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pada tahun 2010, terpilih sebagai Perpustakaan Kabupaten/Kota Terbaik Pertama Se-Jawa Tengah. Telp. 02171 892721 Email perpustakaansragen@gmail.com. NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 33143E1014753.

Mari, Bersama Perpustakaan Kita Cerdaskan Bangsa!


Tampilkan postingan dengan label Berita Perpustakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Perpustakaan. Tampilkan semua postingan

24 November 2015

PEMENANG LOMBA TAHUN 2015


PEMENANG
LOMBA PERPUSTAKAAN SEKOLAH SMA/SMK/MA TAHUN 2015




NO. NAMA PERPUSTAKAAN SEKOLAH KETERANGAN
1 MAN 1 SRAGEN JUARA 1
2 SMK N 1 MONDOKAN JUARA 2
3 SMAN 1 SRAGEN JUARA 3
4 SMK SAKTI GEMOLONG HARAPAN 1
5 SMAN 1 GEMOLONG HARAPAN 2
6 SMAN  1 GONDANG HARAPAN 3








LOMBA PERPUSTAKAAN SEKOLAH DESA TAHUN 2015




NO. NAMA PERPUSTAKAAN DESA KETERANGAN
1 Wonorejo JUARA 1
2 Jetis Karangpung Kalijambe JUARA 2
3 Patihan Sidoharjo JUARA 3
4 Mlale Jenar HARAPAN 1
5 Bendo Sukodono HARAPAN 2
6 Karangtalun Tanon HARAPAN 3








LOMBA MENULIS ARTIKEL BAGI PENGELOLA PERPUSTAKAAN TAHUN 2015




NO NAMA  INSTANSI KETERANGAN
1 TAAT WIHARGO SMP N 1 GEMOLONG JUARA 1
2 DEWI WAHYUNI SMPIT ASSALAM MASARAN JUARA 2
3 PARWOKO SMP N 2 SAMBUNGMACAN JUARA 3
4 ARI SETYAWAN SDN JENAR 1 HARAPAN 1
5 SUPRAPTO, S.Pd, M. Pd SMK N 1 PLUPUH HARAPAN 2
6 RINI SETYOWATI SMK SUKOWATI SRAGEN HARAPAN 3

08 Juli 2015

Pelatihan Komputer dan Internet Dasar di Perpustakaan

Rabu, 8 Juli 2015 Perpusda Sragen mengadakan pelatihan komputer dan internet dasar yang diikuti oleh kaum perempuan. Kegiatan ini bertempat di ruang BLC dan terselenggara dengan kerja sama Kantor PDE Kab. Sragen yang menjadi instruktur pelatihan. Para peserta semangat sekali adanya pelatihan ini , belajar komputer dan internet sangat bermanfaat.




29 Desember 2014

KOMUNIKASI DALAM KELUARGA YANG SEHAT DAN SEHAT

           Ibu adalah sosok paling dekat dengan anak, hatinya ibu yang lembut memberikan kasih sayang yang tulus dan tak terkira. Buaian ibu sejak dalam timangan hingga dewasa adalah bukti cinta kasihnya sepanjang hayat.

         Hari Ibu menjadi momen istimewa untuk dirayakan dengan penuh kebanggaan hati. Selasa, 23 Desember 2014 adalah hari yang semarak untuk Perpustakaan Daerah Kab. Sragen. Dalam rangka menyambut Hari Ibu, Perpusda ingin memperingatinya dengan sebuah acara yang bertajuk “OBRAS” Obrolan Asyik dan Santai, bertemakan “Membangun Komunikasi yang Sehat dan Cerdas dalam Keluarga. Acara yang dipandu oleh Sri Hartati atau sering disapa ibu Tatik, dengan narasumber antara lain Ibu Suwarni, M. Pd (Pengawas SMP), Ibu Damai Tatag Prabawanto (Istri Bapak Sekda Kabupaten Sragen), Pak Solikhin (Penulis buku “Zero To Hero”), dan Diana (FORASI).

          Pembukaan acara dibuka oleh sambutan kepala Kantor Perpustakaan Daerah Kab. Sragen, Ibu Tri Andiyas Wororetno, menyampaikan bahwa acara diselenggarakan untuk memperingati hari Ibu. Selanjutnya, moderator Ibu Tatik memandu acara dengan santai dan menarik sekaligus menggelitik peserta untuk tertawa dengan candaan-candaannya. Obrolan asyik nan santai pun mengalir dengan meriah dan aktif dengan partisipasi peserta.

          Diskusi aktif pun dimulai dengan pertanyaan dari seorang pelajar yang namanya Fathurrahman. Ia adalah seorang pelajar di Cirebon, hidup jauh dari orang tua. Dalam rangka liburan sekolah, ia pulang ke Sragen. Hal yang ia tanyakan, bagaimana mengatasi kerinduan dengan orang tua terutama pada Ibu? . Pertanyaan yang bagus dan terjadi pada siapa saja yang merasakan jauh dari orang tua.

        Ibu Damai menjelaskan sedikit cerita bahwa dahulunya beliau juga merasakan hidup jauh dari orangtua ketika sekolah. Dengan pengalaman yang sama itu, beliau memberikan nasehat bahwa komunikasi dengan orang tua harus dijaga, baik komunikasi lewat telepon/sms maupun komunikasi ikatan batin. Komunikasi batin antara anak dan ibu, meskipun berjauhan tetapi ada sesuatu yang mendekatkan. Lalu, kepercayaan/amanat dari orang tua harus dijaga dengan baik.

        Sang moderator mempersilakan audiens untuk berperan serta aktif mengungkapkan masalah yang dihadapi ataupun dalam bentuk pertanyaan. Kesempatan pun disambut dengan pertanyaan dari seorang ibu yang mempunyai cerita pribadi keluarganya. Beliau memiliki suami yang pendiam dan kebiasaan tersebut menurun pada sang anak. Bapak dan anak bersikap pendiam, ibu pun menjadi bingung memahaminya. Hal yang ditanyakan, bagaimana cara berkomunikasi dengan orang pendiam?. Ibu Tatik mempersilakan kepada Bu Warni untuk menjawabnya. Beliau mengutarakan bahwa seorang istri harus bisa memahami karakter suami. Dengan sudah berumah tangga, hidup bersama pastinya mengenal dengan baik sifat dan sikap suami.

         Ada pertanyaan yang cukup menarik dan berdasarkan kenyataan yang dialami oleh audiens, ibu Siti. Pengalaman ibu Siti yang pernah mengikuti pelatihan IT dan ia pun merasakan manfaat kemajuan teknologi. Namun, sang suami tidak mendukung. Permasalahannya adalah sang suami masih berpikiran kolot terhadap kemajuan teknologi.”Komputer dan internet itu untuk apa?” ujar suaminya. Di sisi lain, sang anak masuk ke perguruan tinggi STAN, membutuhkan laptop untuk keperluan studinya, sang suami pun menolak untuk memberikannya. Suami bersi keras untuk menolak dan keras kepala. Anak pun bersikap mengalah dan tidak harus dbelikan laptop, tetapi ibu Siti berusaha keras untuk tetap membelikannya karena demi kepentingan studi. Bu Siti pun bertanya, “bagaimana berkomunikasi dengan suami agar mengerti kemajuan zaman yaitu IT berkaitan cara pandangnya yang masih kaku?” .

         Moderator mempersilakan kepada narasumber untuk menjawabnya. Menurut Pak Solikhin ada tiga cara. Pertama, kenali pasangan dalam cara berkomunikasi. Kedua ibu Siti bisa menunjukkan cerita inspiratif tentang manfaat internet. Manfaat positifnya untuk bisa memenuhi kebutuhan informasi. Ketiga, doa istri sholeha yang mustajab. Pendapat kedua yang melengkapi juga, Bu Warni menyarankan untuk berkomunikasi dengan melihat timing yang tepat. Saat yang tepat adalah pada kondisi senang/bahagia. Hal itu dapat mempengaruhi pengertian yang diterima. Kemudian, “posisikan suami sebagai pemimpin yang berpengaruh penting dalam pengambilan keputusan dan yang terakhir adalah doa istri yang mujabah oleh Allah” kata Bu Warni.

          Banyak hal yang bisa menjadi pembelajaran bersama dan bisa juga permasalahan yang menjadi bahasan adalah cerminan kondisi keluarga. Melalui kegiatan seminar keluarga diharapkan dapat mendapatkan solusi dari masalah yang ada di rumah tangga, baik antara orang tua dengan anak maupun suami dengan istri.

        Akhir sesi, kesimpulan dari beberapa moderator. Pak Solikhin mengatakan bahwa “sediakan ruang hati yang luas untuk membuat kebahagiaan”. Kesimpulan kedua dari Ibu Warni, pertama, mengubah mainset orang tua terhadap anak, biarkan anak berkembang menjadi pengusaha, tidak melulu harus jadi pegawai negeri. Kedua, sadarlah orang tua yang banyak menuntut/melarang anak-anaknya. Ketiga, kita gali potensi anak kemudian diarahkan serius dan didukung. Narasumber ketiga, Mas Dedi menyimpulkan bahwa komunikasi sangat penting dalam keluarga karena komunikasi intern dapat mencerminkan komunikasi anak di lingkungan sosial. Narasumber Diana (FORASI) menyimpulkan bahwa sebagai anak harus bisa menjaga kepercayaan yang diberikan orang tua dengan sebaik-baiknya Kedua, waktu yang ada dimanfaatkan untuk mencurahkan masalah kepada orang tua.

       Keluarga adalah unit terkecil dalam organisasi, ada bapak , ibu, dan anak. Keluarga yang harmonis adalah keluarga yang bisa menciptakan komunikasi yang sehat dan cerdas. Orang tua dan anak harus berjalan beriringan, saling mengingatkan untuk kebaikan bersama. Orang tua dan anak dapat menjadi sahabat. Sahabat yang selalu ada dalam suka maupun duka. Komunikasi yang benar dan baik harus diteladankan pada anak, agar anak menerapkannya di lingkungan masyarakat. Semua dalam satu keluarga harus saling mengisi, berbagi, dan berbuat demi kebaikan bersama. 










 

12 September 2014

Lomba “IMPACT” Perpustakaan Desa Tahun 2014



  Dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan, 14 September 2014, Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen  akan menyelenggarakan Lomba ”Impact” Perpustakaan Desa 2014.  Lomba ini akan dilaksanakan mulai  tanggal 17 September – 10 November  2014. 

Selama lomba berlangsung, Tim Penilai akan memberikan pembinaan dan rekomendasi perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan agar perpustakaan desa memiliki manfaat dan dampak nyata kepada masyarakat. Selama pelaksanaan lomba, kami mohon kepada saudara untuk turut memberikan pendampingan kepada perpustakaan desa di wilayah saudara.                      

   Lomba ini ditujukan kepada perpustakaan desa yang sudah pernah mendapat bantuan buku dari dana dekonsentrasi Perpustakaan Nasional RI maupun APBD Provinsi Jawa Tengah

A.      Pendahuluan
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan telah menyebutkan bahwa perpustakaan desa merupakan salah satu jenis perpustakaan umum yang menjadi kewajiban pemerintah desa. Demikian pula dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri  Nomor 28 Tahun 1984 yang  diperbarui dengan  Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 3 Tahun 2001 juga menegaskan kewajiban yang sama.
Namun dalam implementasi nyata di tingkat desa, perpustakaan desa mengalami banyak kendala teknis. Untuk itu, dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan, 14 September 2014 Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen akan menyelenggarakan Lomba  “IMPACT” Perpustakaan Desa Tahun 2014.
Lomba ini merupakan sebuah upaya untuk memberikan pendampingan kepada pemerintah desa dan perpustakaan desa agar keberadaan perpustakaan desa  memiliki manfaat dan dampak nyata kepada masyarakat desa.

B.  Tujuan
1.      Mewujudkan penyelenggaraan perpustakaan desa yang lebih baik dari kondisi saat ini.
2.      Mendampingi perpustakaan desa dalam mengembangkan diri menjadi pusat belajar masyarakat desa.
3.      Menjalin komunikasi yang erat dengan kepala desa sehingga terketuk hatinya untuk peduli dengan pengembangan perpustakaan desa.
4.      Menjalin kemitraan dengan para pemangku kepentingan yang ada di desa untuk diajak bersama-sama memajukan perpustakaan desa.
5.      Meningkatkan budaya membaca dan literasi masyarakat desa  sehingga kehadiran perpustakaan desa memberikan manfaat nyata untuk kehidupan mereka.

C.  Dasar Hukum
1.      Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan.
2.      Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor 3 Tahun 2001 Tentang Perpustakaan Desa.
3.      Dokumen Pelaksanaan Anggaran Nomor 910/5.22.1/16021/2014 tanggal 7 Januari 2014 tentang kegiatan Lomba Perpustakaan Desa.


D.      Sasaran Kegiatan
Kegiatan ini ditujukan kepada perpustakaan desa yang sudah mendapatkan bantuan buku dari dana dekonsentrasi Perpustakaan Nasional RI maupun dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Adapun data perpustakaan tersebut adalah :
NO
KECAMATAN
PERPUSTAKAAN


DESA
1
Kalijambe
Jetiskarangpung
2
Gemolong
Geneng Duwur


Jatibatur
3
Miri
Gilirejo Baru
4
Tanon
Karangtalun

Gabugan

Kalikobok
5
Sidoharjo
Purwosuman


Duyungan


Patihan
6
Karangmalang
Puro


Mojorejo
7
Kedawung
Bendungan


Wonorejo


Karangpelem
8
Sambirejo
Musuk


Kadipiro
9
Gondang
Gondang


Glonggong
10
Sambungmacan
Bedoro
11
Jenar
Mlale
12
Tangen
Denanyar
Ngrombo
Dukuh
13
Gesi
Tanggan
14
Sukodono
Bendo
15
Mondokan
Trombol
16
Masaran
Jati
17
Ngrampal
Karangudi

E.  Teknis Pelaksanaan Lomba
1.      Lomba ini dilaksanakan mulai tanggal 17  September – 10 November  2014.
2.      Lomba ini tidak bersifat formalitas  atau  administratif belaka melainkan lebih menekankan kepada “Benefit-Impact” dari penyelenggaraan perpustakaan desa.
3.      Perbandingan data kemajuan ketika keadaan awal  dan akhir lomba akan menjadi pertimbangan utama Dewan Juri dalam menentukan pemenang lomba.
4.      Hal-hal yang akan dinilai adalah sebagai berikut :
a.       Jumlah  jam buka layanan perpustakaan desa dalam satu hari .
b.      Jumlah hari buka layanan perpustakaan desa dalam satu bulan.
c.       Angka rata-rata jumlah pengunjung perpustakaan desa dalam satu hari
d.      Angka rata-rata jumlah peminjam buku dalam satu hari
e.       Komitmen  kepala desa terhadap pemberdayaan perpustakaan desa.
f.       Dukungan anggaran yang diberikan oleh pemerintah desa untuk operasional perpustakaan desa
g.      Kreatifitas pengelola dalam mempromosikan perpustakaan desa
h.      Kreatifitas pengelola dalam menjalin kemitraan dengan komunitas anak-anak,  remaja, perempuan, petani, dan wirausaha yang ada di  desa untuk memakmurkan perpustakaan desa.
i.        Manfaat dan dampak yang sudah dirasakan nyata oleh masyarakat  desa terhadap kehadiran perpustakaan desa.                    
j.        Penambahan jumlah koleksi buku dalam satu tahun anggaran.

F.       Penghargaan
Penghargaan diberikan kepada empat perpustakaan desa berupa piagam penghargaan, piala, dan uang pembinaan :
1.      Juara 1 mendapatkan uang pembinaan sebesar                 Rp 2.000.000
2.      Juara 2 mendapatkan uang pembinaan sebesar                 Rp 1.500.000
3.      Juara 3 mendapatkan uang pembinaan sebesar                 Rp 1.000.000
4.      Harapan 1 mendapatkan uang pembinaan sebesar            Rp    500.000
d.gif
d.gifSragen, 9 September 2014
    Kepala Kantor Perpustakaan Daerah
tanda tangan bu tri kepala.png                                    Kabupaten Sragen
d.gif
      
Dra. TRI ANDIYAS WORORETNO
Pembina Tk.1
                                                            NIP. 19590808 198403 2 005







JADWAL PELAKSANAAN LOMBA" IMPACT " PERPUSTAKAAN DESA

SEPTEMBER - DESEMBER 2014





















NO
KECAMATAN
PERPUSTAKAAN
TANGGAL PELAKSANAAN
Waktu Pelaksanaan
DESA
TAHUN 2014
Jam (WIB)

SEPT
OKT
OKT
NOV
08.30
10.30
12.30
1
Kalijambe
Jetiskarangpung
17
3
20

V


2
Gemolong
Geneng Duwur
17
3
20


V



Jatibatur
17
3
20



V
3
Miri
Gilirejo Baru
18
6
27



V
4
Tanon
Karangtalun
18
6
27


V


Gabugan
18
6
27

V



Kalikobok
22
7
28



V
5
Sidoharjo
Patihan
22
7
28


V



Duyungan
22
7
28

V




Purwosuman
23
8
29

V


6
Karangmalang
Puro
23
8
29


V



Mojorejo
23
8
29



V
7
Kedawung
Bendungan
24
9
30

V




Wonorejo
24
9
30


V



Karangpelem
24
9
30



V
8
Sambirejo
Musuk
25
13

3


V


Kadipiro
25
13

3

V

9
Gondang
Gondang
25
13

3
V




Glonggong

14
22
4
V


10
Sambungmacan
Bedoro

14
22
4

V

11
Jenar
Mlale

14
22
4


V
12
Tangen
Dukuh

15
23
5
V


Ngrombo

15
23
5

V

Denanyar

15
23
5


V
13
Gesi
Tanggan

1
16
6
V


14
Sukodono
Bendo

1
16
6

V

15
Mondokan
Trombol

1
16
6


V
16
Ngrampal
Karangudi

2
21
10
V


17
Masaran
Jati

2
21
10

V