Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen

JL. Raya Sukowati Barat No. 15 D SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen

JL. Raya Sukowati Barat No. 15 D SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pelatihan IT

Pelatihan IT di BLC Kabupaten Sragen

Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen merupakan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Sragen di bidang perpustakaan. Pusat informasi dan Literasi Masyarakat Sragen ini terletak di JL. Raya Sukowati Barat NO. 15 SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pada tahun 2010, terpilih sebagai Perpustakaan Kabupaten/Kota Terbaik Pertama Se-Jawa Tengah. Telp. 02171 892721 Email perpustakaansragen@gmail.com. NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 33143E1014753.

Mari, Bersama Perpustakaan Kita Cerdaskan Bangsa!


05 Juli 2011

Harta Karun Ditemukan di Kuil India

Harta karun yang terdiri atas perhiasan dan perak emas, koin dan batu mulia yang dikatakan bernilai miliaran dolar AS telah ditemukan di satu kuil Hindu di India selatan, kata beberapa pejabat, Sabtu (2/7).

Barang berharga itu menurut perkiraan awal bernilai lebih dari 500 miliar rupee India (11,2 miliar dolar AS), kata Kepala Menteri Kerala K. Jayakumar, sehingga mencuatkan kuil tersebut ke dalam liga kuil paling kaya di India.

Manusia Lebih "Kotor" ketimbang Alam

Total emisi karbon dioksida yang dihasilkan manusia di seluruh dunia jauh lebih besar daripada emisi alami yang dikeluarkan alam misalnya dari aktivitas gunung berapi. Hasil riset menunjukkan, emisi karbon dioksida manusia 135 kali lebih banyak dibandingkan emisi seluruh gunung api dalam rentang waktu yang sama. Jumlah karbon dioksida yang dikeluarkan manusia dalam tiga hari setara dengan jumlah karbon dioksida yang dihasilkan gunung-gunung api.

"Banyak yang bilang gunung api mengeluarkan CO2 lebih banyak daripada manusia. Tapi, mereka tidak pernah mengeluarkan angka pastinya," kata Terrence Gerlach, ahli gunung api yang sudah pensiun yang pernah bekerja untuk Cascade Volcano Observatory, bagian dari US Geological Survey di Vancouver.

Gangguan Kesehatan Anak Indonesia

oleh Tiko Septianto

MASALAH kesehatan yang sering kali dijumpai di negara miskin, yang mayoritas penduduknya masih sulit untuk makan tiga kali sehari, atau dengan konsumsi makanan yang mungkin sering kali, tidak lengkap, tanpa lauk yang bergizi dan sayur mayur yang bervitamin lengkap. Dapat menyantap nasi putih dengan garam atau cabai pun masih bersyukur karena dapat makan pada hari itu.

Menyedihkan, hal tersebut tidak hanya menimpa manusia-manusia dewasa. Anak-anak Indonesia yang seharusnya masih harus mendapatkan asupan gizi yang cukup dan lengkap, harus menanggung rasa lapar, dan kurang gizi. Hasil riset kesehatan dasar (riskesdas) tahun 2010 lalu menunjukkan, angka balita kurang gizi diangka 17,9 persen.

04 Juli 2011

Perempuan Indonesia, Coba Beasiswa Ini!

Dua perempuan Indonesia meraih beasiswa Schlumberger Foundation untuk tahun 2011. Penerima beasiswa menerima sebesar 50,000 dollar AS (sekitar Rp 431 juta) per tahun bagi para perempuan dari negara berkembang yang menempuh program S-3 dan 40,000 dollar AS (sekitar Rp 345 juta) per tahun bagi yang mengikuti program post doctoral pada universitas ternama di negara maju.

Setelah mengikuti serangkaian seleksi yang ketat, dua perempuan Indonesia terpilih untuk mendapatkan beasiswa tersebut, yakni Aretha Aprilia, yang tengah menempuh program S-3 di Department of Energy Science, Kyoto University, Jepang, dan Fenny Dwivany yang tengah menempuh program Post-doctorate bidang pertanian di Queensland University of Technology Australia.

Yuk, Berburu Buku di "Pesta Buku Jakarta"

Bingung mengisi akhir pekan? Acara tahunan "Pesta Buku Jakarta" mungkin bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu Anda di akhir pekan ini. Dalam rangka HUT Kota Jakarta ke-484 tahun, kembali digelar Pesta Buku Jakarta (PBJ) 2011 yang diselenggarakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta.

Acara ini berlangsung 2-10 Juli 2011. Tahun ini, PBJ mengambil tema yang sangat inspiratif, yaitu "Buku Mengubah Hidupku" yang memadukan unsur pendidikan, pameran dan hiburan.

Reformasi Metode Pembelajaran Matematika

 Tokoh Sains dan Matematika Yohannes Surya mengatakan, harus ada reformasi terhadap pola pembelajaran Matematika. Ia beranggapan perlu ada modifikasi dalam metode pengajaran Matematika. Menurut dia, metode dalam pembelajaran Matematika tidak akan bisa sempurna dan pasti mempunyai kekurangan. Ada metode yang cocok digunakan di suatu tempat, tetapi tidak cocok di tempat lainnya. Sebab, tingkat pemahaman, kemampuan, dan akses terhadap Matematika di beberapa tempat relatif berbeda.

"Mereka (pemerintah) punya metode. Tapi saya juga punya metode. Sekarang menurut mereka itu yang terbaik, ya mungkin memang baik. Tapi tidak mungkin akan baik untuk semuanya," kata Yohannes, Jumat (1/7/2011) di Jakarta.

Belajar Matematika Asyik dengan "Gasing"

Indra Akuntono

Banyak cara yang bisa digunakan agar anak menyukai dan mudah mengerjakan soal Matematika. Anggapan Matematika sulit bisa jadi karena metode pembelajarannya yang membuat anak susah memahami pelajaran ini. Ada sebuah metode yang bisa membuat Matematika menjadi menyenangkan, namanya Metode Gasing, yang merupakan singkatan dari gampang, asyik, dan menyenangkan. Sesuai dengan namanya, metode ini menggunakan cara unik untuk memudahkan anak mengerjakan soal-soal Matematika.

"Matematika dengan Gasing sebenarnya sangat sederhana dan mudah, semua orang bisa, semua orang tahu," kata tokoh Sains dan Matematika, Yohannes Surya, Jumat (1/7/2011) di Jakarta.

Kafe bakal dipungut retribusi

Unsur Pimpinan DPRD Sragen menginisiasi perlunya peraturan daerah  (Perda) retribusi kafe dan tempat karaoke. Langkah itu sebagai upaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).


Wakil Ketua DPRD Sragen, Joko Saptono, ditemui wartawan, Sabtu (2/7/2011),  di Gedung Dewan mengatakan sudah saatnya kafe dan tempat karaoke  ditarik biaya retribusi.

Sepasang Cicak dan Anaknya

Cerita bersambung Jodhi Yudono

Dengarlah, ada seseorang sedang membaca puisi dari dalam rumah. Para tetangga sudah hapal benar dengan suara berat yang selalu mewarnai rumah itu dengan puisi, musik dan nyanyi. Jika tak menyanyi, tentulah dia membaca puisi. Seperti pada sore yang elok, dengan langit bersih dan sinar surya yang lembut itu, Pay, sang pemilik suara berat, sedang membacakan sebuah puisi yang digemarinya ketika masih muda.

Begini bunyinya,

Isteri sangat penting untuk kita Menyapu pekarangan Memasak di dapur Mencuci di sumur mengirim rantang di sawah dan ngeroki kita kalau kita masuk angin

Ada Apa dengan Pendidikan Kita?

  • Oleh Kunjariyanto
KABAR buruk berembus kencang dari dunia pendidikan setelah terkuaknya aksi kecurangan, yakni contek massal dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) di SDN Gadel 2 Tandes Surabaya yang terungkap melalui pengakuan Ibu Siami beserta anaknya Alifa.

Kini, kita digegerkan kembali tentang kabar rapor ganda milik siswa MTSN Lasem. Kabar itu muncul di sela-sela penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA sederajat di Kabupaten Rembang.
Kabar rapor ganda siswa MTSN Lasem, langsung direspons cepat oleh kepala MTSN dengan melakukan investigasi yang hasilnya menunjukkan rapor ganda tersebut memang benar adanya dan pembuat rapor ganda adalah oknum guru di sekolah tersebut. (SM/3/7/2011)

02 Juli 2011

Nyi Roro Kidul di Laut Selatan

Oleh Th Pudjo Widijanto

Boleh terus terjadi perubahan sosial dalam perjalanan sejarah manusia. Namun, keyakinan atau alam pikir religiusitas sebagai fondasi hidup bagi sebuah komunitas masyarakat, sepertinya tak mudah tergilas.
Modernisasi yang pekat membawa pesan kapitalisme, boleh berkiprah sampai ke masyarakat akar rumput, tetapi ada sebuah benteng keteguhan di masyarakat, yaitu konsep hidup.

Pemikiran itu yang muncul selepas menyaksikan pementasan tari bejudul Laku Segara Gunung karya koreografer Hendro Martono, dosen Insitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, di Dusun Suru, Desa Kemadang, dan Pantai Baron, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Kamis (9/6).

Apakah Kau Bisu?

Cerpen Aris Kurniawan Basuki

Sediam itukah kau? Sesenyap ruang hampa? Menangkap gelagatku pun sepertinya kau tidak. Kau tahu, butuh kekuatan besar untuk merantaskan tali-tali pengikatku yang telah membelit sepanjang usiaku untuk dapat membuka diri kepadamu. Dapatkah kau sedikit menghargai itu?


Kau tetap hanya tersenyum; tarikan bibirmu dalam pandanganku adalah rentangan tali busur para kurcaci pemburu yang mengincar buruannya, rambutmu yang memuntir berkilau keemasan, seperti aliran sungai dibelakang rumahku yang pecah terpantul warna keemasan matahari sore.

Budaya Aceh Diapresiasi Warga Hongaria

KBRI Budapest bekerja sama dengan Municipality of The City of Budapest, The City of Debrecen, dan The City of Keszthely di Hongaria menggelar pentas budaya Aceh dengan tema "Smiling Aceh".

"Selain meningkatkan promosi Indonesia, pentas budaya itu juga sebagai ungkapan rasa terima kasih rakyat Aceh yang mendapatkan bantuan kemanusiaan saat Aceh dilanda tsunami pada 2004," demikian Sekretaris II Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Budapest Annie Puspa Rosita kepada Antara London, Jumat.

Menghapus Diskriminasi

Judul               : Mereka Bilang Aku China
Penulis            : Dewi Anggraini
Penerbit         : Bentang Pustaka Yogyakarta
Cetakan          : I, 2011
Tebal              : xvi+286 halaman
Harga              : 30.000
Peresensi       : Romel Masykuri

Selama beberapa dekade, etnis Tionghoa di Indonesia dipinggirkan dan diperlakukan secara diksriminatif. Perjuangan untuk membebaskan diri dari diskriminasi tersebut berubah ketika kepala pemerintahan dijabat oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Gus Dur telah menganbil kebijakan bersejarah bagi warga Tionghoa yaitu mencabut Peraturan Pemerintah (PP) No 14 Tahun 1967 yang berisi larangan atau pembekuan kegiatan-kegiatan warga Tionghoa.

01 Juli 2011

Catatan Sejarah dari Feses Orang Romawi

Sekitar 10 ton feses berumur 2.000 tahun diangkat dari bekas pembuangan limbah di bawah kota kuno Herculaneum, dekat Naples, Italia. Kandungan feses tersebut bisa memberikan pandangan baru tentang kehidupan orang-orang biasa sehari-hari dalam Kekaisaran Roma.

Berdasarkan temuan biji-bijian, pecahan cangkang, dan temuan lain menunjukkan bahwa penduduk Herculaneum memiliki jenis makanan yang beragam, termasuk ayam, kambing, ikan, buah ara, adas, zaitun, bulu babi, dan beberapa moluska. "Makanan standar orang kota," kata peneliti sejarah Andrew Wallace-Hadrill. "Jenis makanan yang baik, yang akan direkomendasikan dokter," tambahnya.