Interlude Hujan 1
Bukankah sempat kukatakan pada harihari lalu. Hari ini akan datang dan kita sedang akan berdendang dengan sungkan. Citacita terlampau tinggi saat hujan gerimis entah kapan akan berhenti. Dan seperti malammalam sebelumnya kita senantiasa berdendang menyanyikan lirik usang. Entah sampai kapan perdendangan ini akan dijalani. Semoga memang hari ini akan datang.
GA. 12122011
Interlude Hujan 2
Hujanhujan berlompatan kembali dari sengseng, atap, besi rumah, bergelayutan setelahnya manja pada daundaun. Tanah guyub dengan sisasisa basah yang menjelma menjadi cucuran selokanselokan tak bermuara. Jelmaan jiwa lirih berbisik, “ijinkan aku menyetubuhi selokanselokan dan biarkan hidupku mengalun dalam alir melodi tak berkesudahannya”. Hujanhujan bergelayut manja pada dedaunan. Mentari semoga akan datang meski kini sudah sore hari.
GA. 12122011
Bukankah sempat kukatakan pada harihari lalu. Hari ini akan datang dan kita sedang akan berdendang dengan sungkan. Citacita terlampau tinggi saat hujan gerimis entah kapan akan berhenti. Dan seperti malammalam sebelumnya kita senantiasa berdendang menyanyikan lirik usang. Entah sampai kapan perdendangan ini akan dijalani. Semoga memang hari ini akan datang.
GA. 12122011
Interlude Hujan 2
Hujanhujan berlompatan kembali dari sengseng, atap, besi rumah, bergelayutan setelahnya manja pada daundaun. Tanah guyub dengan sisasisa basah yang menjelma menjadi cucuran selokanselokan tak bermuara. Jelmaan jiwa lirih berbisik, “ijinkan aku menyetubuhi selokanselokan dan biarkan hidupku mengalun dalam alir melodi tak berkesudahannya”. Hujanhujan bergelayut manja pada dedaunan. Mentari semoga akan datang meski kini sudah sore hari.
GA. 12122011









