Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen

JL. Raya Sukowati Barat No. 15 D SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen

JL. Raya Sukowati Barat No. 15 D SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pelatihan IT

Pelatihan IT di BLC Kabupaten Sragen

Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen merupakan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Sragen di bidang perpustakaan. Pusat informasi dan Literasi Masyarakat Sragen ini terletak di JL. Raya Sukowati Barat NO. 15 SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pada tahun 2010, terpilih sebagai Perpustakaan Kabupaten/Kota Terbaik Pertama Se-Jawa Tengah. Telp. 02171 892721 Email perpustakaansragen@gmail.com. NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 33143E1014753.

Mari, Bersama Perpustakaan Kita Cerdaskan Bangsa!


10 Januari 2012

Puisi-puisi Reka Yuda Mahardika

Interlude  Hujan 1
Bukankah sempat kukatakan pada harihari lalu. Hari ini akan datang dan kita sedang akan berdendang dengan sungkan. Citacita terlampau tinggi saat hujan gerimis entah kapan akan berhenti. Dan seperti malammalam sebelumnya kita senantiasa berdendang menyanyikan lirik usang. Entah sampai kapan perdendangan ini akan dijalani. Semoga memang hari ini akan datang.
GA. 12122011

Interlude  Hujan 2
Hujanhujan berlompatan kembali dari sengseng, atap, besi rumah, bergelayutan setelahnya manja pada daundaun. Tanah guyub dengan sisasisa basah yang menjelma menjadi cucuran selokanselokan tak bermuara. Jelmaan jiwa lirih berbisik, “ijinkan aku menyetubuhi selokanselokan dan biarkan hidupku mengalun dalam alir melodi tak berkesudahannya”. Hujanhujan bergelayut manja pada dedaunan. Mentari semoga akan datang meski kini sudah sore hari.
GA. 12122011

Perjuangan Gadis Kecil China Meraih Mimpi

Judul Buku: Ma Yan: Perjuangan dan Mimpi Gadis Kecil Miskin di China untuk
  Meraih Pendidikan
Penulis : Sanie B. Kuncoro
Penerbit : Bentang Pustaka, Yogyakarta.
Cetakan : 2011
Tebal : viii + 214hal.
Resensi Oleh: Muhammad Saleh

Sebuah mimpi atau keinginan memang mampu memompa dan memotivasi seseorang untuk menggapainya. Tanpa mimpi, kita bagai hidup dalam kehampaan. Tanpa ada tujuan yang ingin di capai. Hidup terasa monoton dan membosankan.

Mantra Sandal Jepit Anak Gunung

Oleh M. Hari Atmoko

Caping berhias tempelan beberapa pasang sandal jepit menutup kepala anak itu hingga wajahnya tak tampak, tetapi kedua tangannya menengadah di depan dadanya, saat memainkan performa "Mantra Sandal Jepit".
Empat kawan lainnya anak Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tersebut, memainkan peran performa lain dengan properti beberapa pasang sandal jepit sudah lusuh juga, dua di antaranya memainkan gerak tarian gunungan wayang.

Iringan  tiga bende ditabuh lirih oleh sejumlah kawan mereka yang berasal dari Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang itu.

06 Januari 2012

Negasi Holmes

Cerpen M. Nurcholis

Kau tahu? Semestinya kota ini sudah punya polisi kota sendiri. Jalanan sudah macet, mobil-mobil susah diatur, motor apalagi. Truk-truk dari kota-kota besar sudah meruah, membawa bahan baku untuk industri kota kita. Angka kriminal meningkat tajam. Kau tau, kan, berita kemarin? Perampok menggasak toko emas di pasar siang hari bolong. Menggunakan senjata lengkap laras pendek maupun panjang. Tidak ada yang berani menolong. Kemana polisi-polisi kita itu? Masih sibuk mengurusi terorisme, mungkin. Apa sih yang kamu lakukan di pos jaga?

Mungkin menarik bila kubuka kantor konsultan detektif di kota ini. Maraknya kriminal di kota kita merupakan lahan yang potensial untuk profesi detektif. Tentu sangat mengasyikkan. Sebagai awal, tidak usah kupecahkan kasus perampokan toko mas itu. Biar kasus-kasus yang ringan saja dahulu. Seperti misteri percintaan. Misteri siapa yang telah bersemayam di hatimu.





Mengungkap Makna Tragedi '65

Judul     : Suara di Balik Prahara; Berbagai Narasi Tentang Trgedi ‘65
Penulis  : Baskara T. Wardaya, SJ
Penerbit : Galangpress, Yogyakarta
Tahun    : Desember 2011
Tebal     : 398 hlm
Harga    : Rp 55.000
Peresensi : Rafi’uddin*

Di akhir tahun 2011 bulan terakhir setidaknya ada beberapa peristiwa yang menjadi isu nasional. Antara lain Aksi bakar diri salah satu mahasiswa Univesitas Bung Karno Jakarta Sondang Hutagalung, pembantaian di Mesuji dan pembunuhan yang terjadi di Bima, Nusa Tenggara Barat. Ketiga hal tersebut termasuk rentetan peristiwa yang masih sarat di Negeri ini. Perjalanan sejarah Indonesia seolah tidak bisa dilepaskan dari tragedi-tragedi yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Puisi-puisi Deasy Maria

katakanlah kau sebatang ilalang dan aku bunga rumput liar
satu batang ilalang tinggi menjulang
di padang asmara yang membentang
pesonanya membuai seisi padang
*
satu bunga rumput liar yang berseri
tumbuh dekat sebatang ilalang tadi
penuh gejolak dalam hati

05 Januari 2012

"Kita" dan "Kami" pada 2012

Sarlito Wirawan Sarwono

Beberapa tahun belakangan saya cemas melihat, mendengar, dan membaca media massa—elektronik atau cetak, juga media sosial—serta percakapan sehari-hari yang mencampuradukkan saja pengertian dan penggunaan kata ”kita” dan ”kami”.


Sekarang semua cenderung memakai kata ”kita”, padahal yang dimaksudkan adalah ”kami”. Sepasang selebriti yang sedang pacaran ketika ditanya media infotainment menjawab, ”Yah, kita jalani saja, sekarang kita belum serius.” Menteri menjelaskan kepada wartawan, ”Masalah itu sedang kita proses”; dan presenter stasiun televisi berkata, ”Kita menyiapkan sebuah acara menarik untuk Anda.” Padahal, semua ”kita” itu, dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, seharusnya ”kami”.

04 Januari 2012

Puisi-puisi Muhadzdzier M. Salda

Amuk

Laut akhirnya surut.
Ramai orang orang kemudian larut.
Menangkapi ikan ikan terkapar.
Orang orang kalang kabut.
Gemuruh kian ribut. Manusia kalang kabut.
Ada ramai yang jadi saksi. Dihari minggu pagi.
Ada ramai jadi pencuri. Manusia manusia sisa tsunami.
*Kutablang, 26 des 2011

Sehabis Hujan di Bulan Desember

Cerpen Haz Algebra

Sisa hujan sore tadi masih membekas. Bulan ini memang sering disuguhi hujan hampir setiap harinya, dan mungkin hujan sore tadi akan menjadi hujan terakhir di tahun ini. Tanah basah. Pohon-pohon mengucurkan air, terimbas angin malam. Udara dingin menusuk. Suara katak ditingkahi jangkerik, membentuk simponi alam nan indah. Sesekali bunyi petasan dan kembang api mulai melalakukan pemanasan dengan melukis langit dari kejauhan membentuk pelangi di malam hari.

Semua fenomena itu siap mengantar kotaku menuju pergantian tahun. Lalu, banyak cerita yang bergulir dengan sendirinya. Tak mau kehilangan seluruh momen tersebut, aku segera menggerakkan jemari, bekerja di atas tuts-tuts keyboard seolah mengikuti irama tetesan air jatuh mengaliri dedaunan yang frekuensinya semakin melambat. Tetes demi tetes air itu seperti menggulirkan cerita sendiri-sendiri. Ingin kurekam seluruh pemandangan dan perasaan itu, tapi tunggu sebentar, tanganku masih basah.

Mengeja Indonesia dalam Keberagaman

Oleh : Agnes Hening Ratri

Siang belum genap di Madura, ketika kasus kekerasan kembali mengoyak bumi. Kelompok anti toleransi telah membakar sejumlah pesantren dan tempat ibadah milik jemaah Syiah. Mungkin kita masih berharap ada setitik cahaya untuk menerangi mereka yang membawa api dan pedang? Hanya setitik agar mereka melihat bahwa yang dianiaya, dibantai dan dirusak adalah sesama warga Negara. Mereka juga pernah bersama-sama membangun Madura hingga saat ini.

Desember belum usai ketika aroma kekerasan kembali menyeruak dari dinding-dinding sekam rumah ibadah. Pada 23 Desember sore, sebelum senja usai pesan singkat dari Pendeta Bedalihulu mampir di ponsel. “Gereja kami di segel jam lima sore tadi, tolong kami”. Menjelang Natal, kembali jemaat sebuah gereja di Tangerang harus menahan amarah dan benci karena rumah ibadah mereka direbut oleh satpol PP dengan alasan warga tidak setuju ada rumah ibadah disana. Alasan yang sangat klise dan sepertinya tidak ada alasan lain.

Belajar Dari Kasus Job Training Sragen


Oleh : Romi Febriyanto Saputro*
Selesai sudah polemik tentang nasib 1.700 orang tenaga Job Training (JT) di Pemerintah Kabupaten Sragen. Akhirnya,  Pemerintah Kabupaten Sragen resmi memutuskan untuk tidak memperpanjang masa kontrak tenaga JT di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen terhitung mulai tanggal 2 Januari 2012 ini. Argumentasi dari keputusan ini karena keberadaan tenaga JT melanggar ketentuan pasal 8   Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005, Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.
Dalam peraturan pemerintah ini disebutkan bahwa sejak ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini, semua Pejabat Pembina Kepegawaian dan pejabat lain di lingkungan instansi,dilarang mengangkat tenaga honorer atau yang sejenis, kecuali ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

03 Januari 2012

Pustakawan Dalam Perspektif Teori Psikologi


 
Oleh : Romi Febriyanto Saputro
A. Pendahuluan

            Teori psikologi manusia dalam konteks membicarakan hubungan pribadi dengan perilaku individu pada mulanya dipelopori oleh Carl Rogers. Namun teori ini, baru popular setelah Abraham Maslow mengembangkan teori motivasinya. Maslow berpendapat bahwa motivasi seseorang merupakan dasar seseorang untuk berperilaku. Sedangkan motivasi manusia itu sendiri adalah manifestasi dari apa yang disebut dengan kebutuhan.

Dunia Perbankan, Dunia Membaca Yang Terlupakan !

Oleh : Romi Febriyanto Saputro*
Dalam dunia perbankan kita mengenal istilah edukasi perbankan. Istilah ini muncul sejak tanggal 27 Januari 2008. Ketika itu,  Ibu Ani Susilo Bambang Yudhoyono telah mencanangkan tahun 2008 ini sebagai Tahun Edukasi Perbankan dengan tema ‘’Ayo ke Bank’’.
Sampai saat ini program edukasi ini masih terus berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman seluas-luasnya kepada masyarakat tentang jasa yang ditawarkan perbankan. Selanjutnya kalangan perbankan juga diharapkan bisa memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat.
           

Wajah Hujan

Cerpen Nila Rahma

 Air menderas. Terus berjalan menyusuri lekukan. Berbelok menuju selokan, tempat air yang lain juga berkumpul.

Hawa semakin dingin. Orang-orang berlalu-lalang menaiki motor dan mobilnya. Jalanan semakin sesak. Jam pulang kantor selalu macet. Ditambah lagi dengan air deras kiriman langit. Selokan pinggir jalan tak cukup bagi air. Jalanan menjadi tampungan. Air menggenang.

Apresiasi Perpustakaan Daerah

Oleh : Romi Febriyanto Saputro*
Menurut Kepala Humas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) Agus Sutoyo, pengelolaan perpustakaan di daerah dinilai kurang maksimal. Daerah dianggap tidak memiliki komitmen kuat untuk mengembangkan perpustakaan daerah, khususnya dalam hal pergantian pimpinan perpustakaan. Misalnya, ada kepala perpustakaan di daerah yang sudah bagus, manajemannya bagus, berhasil dalam pengelolaan perpustakaan di daerah, itu akan cepat sekali diganti oleh bupati atau gubernur (Suara Merdeka, 16 November 2011).
Kabupaten maupun kota merupakan wilayah kerja yang sebenarnya dari perpustakaan. Perpustakaan dengan tugas utamanya memberdayakan masyarakat dengan membaca sering menghadapi kendala ketika program dari Perpustakaan Nasional RI hendak diaplikasikan di tingkat kabupaten/kota. Rencana yang sudah disusun matang di tingkat pusat menjadi mentah kembali ketika berbenturan dengan kebijakan pemerintah kabupaten/kota.