Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen

JL. Raya Sukowati Barat No. 15 D SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen

JL. Raya Sukowati Barat No. 15 D SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pelatihan IT

Pelatihan IT di BLC Kabupaten Sragen

Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen merupakan Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Sragen di bidang perpustakaan. Pusat informasi dan Literasi Masyarakat Sragen ini terletak di JL. Raya Sukowati Barat NO. 15 SRAGEN, Jawa Tengah, Indonesia.

Pada tahun 2010, terpilih sebagai Perpustakaan Kabupaten/Kota Terbaik Pertama Se-Jawa Tengah. Telp. 02171 892721 Email perpustakaansragen@gmail.com. NOMOR POKOK PERPUSTAKAAN 33143E1014753.

Mari, Bersama Perpustakaan Kita Cerdaskan Bangsa!


16 September 2011

Memaknai Anugerah Kehidupan

Judul Buku      : Life Is What You Make It; Temukan Jalan Hidupmu Sendiri
Penulis             : Peter Buffett
Penerbit           : Kaifa, Bandung
Cetakan           : Pertama, 2011
Tebal               : 276 halaman
Peresensi         : Supriyadi*)

Kehidupan adalah anugerah dan nikmat yang tiada terhingga. Dengan kehidupan, kita bisa merasakan lezatnya menyantap makanan yang lezat, menikmati keindahan senja yang memesona, merasakan sejuk dan segarnya embun dan udara pagi, dan lain sebagainya. Dengan kehidupan pula, kita bisa merasakan sakit akibat terjatuh, merasakan panasnya terik matahari di siang hari, merasakan dinginnya malam ketika musim dingin, dan lain sebagainya. Semua itu bisa kita rasakan jika nyawa kita masih berada di dalam raga kita, dengan kata lain kita masih diberikan anugerah dan nikmat kehidupan. Kehidupan merupakan sesuatu yang tak ternilai karena kehidupan tersebut tidak diciptakan oleh manusia yang ingin hidup. Kehidupan adalah ciptaan Tuhan yang tidak bisa ditawar dan ditetapkan oleh yang lain.

Gadis Kayu Manis

Cerpen Ary Hana

Baru masuk siang ketika aku terdampar di Terminal Soasio. Menunggu oto yang membawaku ke Desa Bunga  butuh kesabaran ekstra. Ini kota kecil di pulau terpencil. Kegiatan sungguh tak banyak. Sopir oto tak mau rugi dengan mengangkut satu dua penumpang ke tempat tujuan.

"Kalo dorang tara sabar, dorang sewa ojek saja. Tapi kalo dorang mo ikut beta punya oto, dorang musti tunggu mamak-mamak pulang dari pasar," begitu selalu jawab sopir itu jika kutanya bila akan berangkat.
Ah.. sewa ojek. Ongkosnya sepuluh kali lebih mahal ketimbang naik oto, sementara aku tak butuh bergegas dan sanguku pun tak banyak.

Mbela Wong Cilik Melalui Perpustakaan


pas fotoedit.jpg
Oleh : Romi Febriyanto Saputro[i]



Beberapa waktu lalu, Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman memberi pengarahan kepada para pimpinan SKPD dan para PNS lainnya agar mampu menerjemahkan konsep keberpihakan terhadap wong cilik. Dia menyontohkan bukti riil keberpihakan pemerintah kepada orang kecil yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, yakni dengan memberikan 333 netbook kepada para siswa miskin berprestasi.
“Konsep mbela wong cilik itu harus diwujudkan dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah-red) dan APBD 2012 mendatang. Tujuan pembangunan bukan untuk membahagiakan bupati, tetapi bersama-sama memberikan yang terbaik bagi rakyat (Solopos, 5 September 2011) 
Mbela Wong Cilik, saat ini merupakan konsep yang menjadi program Pemerintah Kabupaten Sragen. Tulisan ini mencoba menerjemahkan konsep keberpihakan kepada rakyat kecil ini dari sudut pandang bidang perpustakaan.

15 September 2011

Kapan Penguasa Peduli Perpustakaan ?


Oleh Romi Febriyanto Saputro*

Hampir empat tahun usia Undang-Undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007. Namun hal ini belum mampu memberi dampak signifikan terhadap perkembangan dunia perpustakaan di tanah air. Nasib dunia perpustakaan di negeri ini tidak seindah sejumlah predikat yang disandangnya. Gudang ilmu, jendela dunia, jantungnya pendidikan, dan samudera pengetahuan merupakan rayuan manis sekaligus gombal untuk menyanjung dunia perpustakaan. Mengapa ? Sejumlah sanjungan tersebut tidak  pernah menjelma di alam realitas. Ia hanya berkeliaran di alam imajiner yang disebut dengan harapan, impian, cita-cita, dan obsesi.

Kapan Penguasa Peduli Perpustakaan ?



Oleh Romi Febriyanto Saputro*

Hampir empat tahun usia Undang-Undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007. Namun hal ini belum mampu memberi dampak signifikan terhadap perkembangan dunia perpustakaan di tanah air. Nasib dunia perpustakaan di negeri ini tidak seindah sejumlah predikat yang disandangnya. Gudang ilmu, jendela dunia, jantungnya pendidikan, dan samudera pengetahuan merupakan rayuan manis sekaligus gombal untuk menyanjung dunia perpustakaan. Mengapa ? Sejumlah sanjungan tersebut tidak  pernah menjelma di alam realitas. Ia hanya berkeliaran di alam imajiner yang disebut dengan harapan, impian, cita-cita, dan obsesi.

14 September 2011

Nikmati Paket Serba Gratis Dari Perpustakaan !


            Mungkin tak banyak orang yang tahu bahwa tanggal 14 September  2011 hari ini adalah “Hari Kunjung Perpustakaan”. Hal ini sangat berbeda dengan peringatan “Hari Pendidikan Nasional” yang begitu meriah diperingati setiap tanggal 2 Mei. Hal ini terasa sangat ironis, mengingat peran keduanya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tak dapat dipisahkan.
Dalam alenia keempat Pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa salah satu tujuan pembangunan nasional ialah “Ikut Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”. Jadi para pendahulu kita menginginkan agar kita menjadi bangsa yang cerdas. Dengan kata lain bangsa yang cinta akan ilmu pengetahuan. Disinilah peran penting dari perpustakaan, karena perpustakaan melayani kebutuhan masyarakat yang haus dan cinta ilmu pengetahuan.

Pocong Ketakutan

Cerita pendek Rayni N. Massardi

"Kenapa bu...? Kok ibu tega..." melas seorang anak berkata pada ibunya. "Hush...sana main keluar berisik.." usir ibunya mengindahkan rengek anaknya.

*** Aku bernama Pocong. Entah kenapa kedua orang tua saya tega memberi nama begini. Jawaban mereka singkat , gampang saja : "Kenapa tidak!"
Lho!

13 September 2011

Mengenal 3 Tipe Membaca

Ada tiga tipikal membaca yang perlu Anda ketahui. Setidaknya, dengan mengetahui tiga tipe ini, Anda bisa memilih cara membaca mana yang sesuai dengan tujuan yang ingin Anda capai dari kegiatan membaca. Tiga tipe itu adalah membaca aktif, membaca secara kritis, dan membaca efektif dengan membuat cek list. Yuk, kita simak satu persatu!

1. Membaca aktif Teknik membaca aktif berhubungan dengan cara-cara bagaimana Anda dapat terlibat atau terhubung dengan apa yang Anda baca. Teknik ini sangat penting karena ini membantu Anda untuk meningkatkan konsentrasi Anda ketika membaca, dan membantu Anda untuk mengingat inti dari bacaan tersebut. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan proses pembelajaran Anda.

Aku Bukan Pujangga

Cerpen Cosmas Kopong Beda

“Aku tak pandai menulis puisi. Aku juga bukan pria yang romantis. Aku tak biasa memberikan kembang dan puisi kepada kekasihku. Aku mencintai mereka apa adanya. Tak pernah aku berbohong soal hati. −Novi, kenapa mesti kamu meminta kembang, sayang?”  Sebagai hadiah ulang tahunmu. Sedangkan aku tak punya duit untuk membeli kembangnya, manisku.”

Aku tak pandai menulis puisi, sayang. Aku rasa, pertama kali kita di pertemukan, aku sudah membicarakan itu. Jauh sebelum kita resmi menjadi sepasang kekasih. Bagaimana dengan sikapmu yang sekarang?” Aku tak paham. Meninta puisi dan seikat kembang melati putih untuk kado ulang tahunmu nanti. Aku bukan Chairil Anwar, si binatang jalang yang pandai menulis puisi itu. Aku juga bukan penjual kembang.

12 September 2011

M e r a h

Cerpen Ratna “Riri” Kemalasari

Wah ternyata cukup ramai juga yang datang, lega sekali rasanya melihat semua berjalan lancar. Ini memang bukan acaraku, tapi acara ulang tahun temanku, tapi disini aku membantu saja pura-pura jadi EO hehe :p “Ri,, liat deh.. ada Deni” kata Bani membisiki aku

Aku langsung menebarkan pandangan mencari sosok Deni yang kebetulan sekali sedang melihat ke arahku. Mau nggak mau aku akhirnya tersenyum tipis, dia membalas senyumanku juga dengan tipis.. bahkan lebih tipis dari aku. ”Buset dingin amat elo berdua” komentar Bani saat melihat tingkahku.

10 September 2011

5 Panduan Membaca Efektif

Suka membaca? Agar apa yang Anda baca tak "menguap" begitu saja, ada strateginya! Dengan menerapkan sejumlah panduan dalam membaca, Anda akan mendapatkan sesuatu dari buku yang dibaca. Panduan berikut ini bisa membuat cara membaca Anda lebih efektif!

1. Scanning
Scanning
atau membaca sepintas lalu, bertujuan untuk mendapatkan informasi, menjawab pertanyaan atau  menyelesaikan masalah yang spesifik. Misalnya, Anda ingin mengetahui tentang perjuangan wanita dalam revolusi Indonesia di sebuah buku sejarah. Bacalah dahulu daftar isi, abstraksi, kesimpulan akhir, ringkasan, dan tabel-tabel di dalam buku tersebut. Cara ini memungkinkan Anda untuk menemukan bagian yang relevan dengan apa yang Anda cari, dan Anda dapat hanya membaca informasi-informasi yang Anda butuhkan saja.

07 September 2011

Kesaksian Sunita Williams Mekah dan Madinah Tampak Terang Dari Luar Angkasa



Ketika bagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebagian kecil bumi yang nampak terang yaitu Mekah dan Madinah.
Sunita William, seorang astronaut pertama India yang pada tanggal 2 Juli 2007 berada di angkasa luar, mengatakan bahwa dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop ada 2 tempat yang sangat berbeda, yaitu Mekah dan Madinah. 

Bermimpi Merdeka dari Balik Jeruji

Cerpen Odi Shalahuddin

Bendera merah putih terbuat dari plastik, ukuran kecil, telah terangkai dan sudah terpasang di pian, mengelilingi seluruh sel-sel berbentuk letter U. Di depan, gedung aula juga sudah berpacak, penuh aroma merah-putih. Bangunan di depannya lagi, ah, tak bisa dilihat. Itu gedung utama para sipir dan kepala. Tak mungkin bisa terlihat. Tapi yakin, pasti lebih meriah lagi, sebab akan terlihat dari para pengendara yang melintasinya. Jalan propinsi.

Ya, Hari Kemerdekaan telah tiba. Besok pasti ada upacara. Ada pengumuman nama-nama yang mendapatkan remisi. Ah, betapa bisa dirasa kawan-kawan yang melonjak gembira, masa hukuman dapat berkurang.

Bebek Goreng Kering!

Cerita pendek Rayni N. Massardi

Semua orang mengelilingi kuburan yang tampak tidak menyeramkan lagi karena ditaburi bunga-bunga dan bunga terus menerus.

Beberapa kerabat sudah banyak yang pergi melewati celah, menapaki jalan pekuburan satu demi satu, mencari pintu keluar, bergegas ke luar menuju arah kehidupan nyata.

K l i n i k

Cerpen: M. Nurcholis

Klinik itu tersuruk di antara dua bangunan yang begitu megah menghimpitnya, seperti plastik bekas yang dijejalkan diantara rongga kosong barang elektronik yang baru saja kita beli. Jika engkau memasukinya, akan kau temui ruangan berukuran 4x4 meter.

Di ujung ruangan itu, terdapat partisi yang dibikin keliling, mirip kubikal, dengan meja lajur yang berguna sebagai meja pendaftaran. Di meja itu, berjejalan karton-karton coklat lusuh yang hanya ditahan oleh pembatas seng baja. Karton-karton itu adalah kartu kontrol yang berguna untuk mencatat kunjungan pasien. Karton-karton itu begitu lusuh, mungkin karena sering diambil, lalu terkena keringat petugas yang kerap keluar di ruangan tanpa AC ini—yang bahkan kipas angin pun tidak ada.